Tempat
indah dan cantik di Indonesia yang sudah jadi tempat wisata biasanya
akan berubah jadi kotor gara-gara pengunjung yang tidak bisa menjaga
kebersihan. Tapi, berbeda dengan Desa Penglipuran yang ada di Bali.
Desa kecil ini menjadi tempat favorit para
wisatawan karena tempatnya yang bersih, indah, dan kehidupan tradisional
yang terjaga. Bahkan karena kebersihannya, desa ini dinobatkan sebagai
salah satu desa paling bersih di dunia. Selain di Indonesia, desa di
negara lain yang masuk ke dalam kategori desa paling bersih adalah Desa Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India.
Desa Penglipuran (Baliinspirasi)
Bersih, tanpa kendaraan, dan luar biasa indah. Tiga kata itu mungkin
bisa mewakili keberadaan Desa Penglipuran, yang terletak di Kabupaten
Bangli. Kata ‘Penglipuran’ berasal dari ‘Pengeling Pura’ yang artinya
‘tempat suci untuk mengenang para leluhur’.
Di desa ini, rumah-rumah sejenis berderet di jalanan menanjak.
Suasana hijau sangat terasa saat JBers berada di sini. Ini lantaran
mobil dan motor tak boleh masuk ke dalam desa. Semua kendaraan memang
diparkir dekat gapura, sehingga Penglipuran bebas dari asap knalpot.
Desa Penglipuran (Liburlibur)
Di desa ini JBers akan menemukan sekitar 200 rumah. Dan, kamu juga
boleh masuk ke dalam rumah-rumah itu jika ingin melihat bagian dalamnya.
Tiap rumah punya pintu masuk yang serupa, bernama ‘angko-angko’ yang
terbuat dari tanah liat.
Di pinggir angko-angko terdapat papan berisi informasi nama pemilik
rumah dan anggota keluarga. Angko-angko sengaja dibuat tak terlalu
lebar, agar sepeda motor tak bisa masuk ke dalamnya. Selain angko-angko,
tiap rumah di desa ini juga punya bale-bale dan pura mini.
Desa Penglipuran (Pegipegi)Sebenarnya yang mendapatkan manfaat dari
lingkungan yang bersih adalah diri kita sendiri. Namun kebanyakan orang
sulit sekali menerapkan disiplin untuk menjaga kebersihan ini dan tidak
mau repot membuang sampah di tempat yang sudah ditentukan. Padahal
dengan lingkungan yang bersih, masyarakat juga bisa hidup dengan lebih
sehat. Jadi, kenapa masih banyak alasan untuk tidak menjaga kebersihan?